Nggak terasa udah setahun aku kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Tahun ini, tahun ke dua-ku kuliah disana.
Dan hari ini tanggal 5 September 2016 adalah hari pertamaku masuk kuliah lagi setelah hampir 3 Bulan aku liburan(cuma di rumah terus)
Aku takut....
Aku gugup....
Sekarang aku udah punya adik kelas
Apa yang akan terjadi di semester ini??
Pastinya akan lebih sulit daripada semester sebelumnya
Lebih mendebarkan
Aku deg-deg der....
Semoga bisa melalui dan menyelesaikan semester ini dengan baik dan dapat ipk yang jauh lebih baik dari semester kemaren...
Aamiin....
Semangat Hana :)
diary gadis galau
catatan kegalauan seorang gadis
Minggu, 04 September 2016
Rabu, 31 Agustus 2016
ULANG TAHUN
Kemaren, 30 Agustus 2016 aku
tepat umus 19 tahun. Sebuah umur yang menandakan bahwa orang itu sudah bukan
anak-anak lagi.
Di ulang tahunku kali ini nggak ada yang spesial (walapun di ultah sebelum2nya biasanya emang nggak ada yang spesial sih)
Umur 19 tahun bisa jadi pertanda
bahwa seseorang sudah cukup dewasa.
Dulu, waktu aku kecil, ketika
aku dengar ada saudara sepupuku aau siapapun itu yang sudah umur 19 tahun, aku langsung berpikir “wah...
dia sudah besar sekali... sudah dewasa... sudah mandiri... ” dan lain sebagainy.
Tapi sekarang aku sudah
menginjak usia 19 tahun, tapi aku tidak merasa kalau diriku ini sudah dewasa,
ataupun sudah mandiri.
Kalo sekarang aku udah 19 tahun, aku melihat orang lain yang juga 19 tahun tapi sudah mandiri, sudah bisa menghidupi dirinya sendiri, aku iri.
"Dia 19 tahun kok sudah punya usaha ini ya, dia kok sudah bisa membiayai kuliahnya sendiri ya, kok dia sudah nggak minta uang ke ortunya ya, kok dia ini ya, kok dia itu ya"
Sedangkan aku sendiri, yang sudh masuk 19 tahun masih gini2 aja.
Aku merasa kalo aku masih
seperti yang dulu, masih minta uang jajan ke ortu, masih sering ngambek kayak
anak kecil, masih sering rewel... :(
Aku ngggak tau harus gimana saat
usiaku 20 nanti atau saat usiaku 30 tahun.....
Apa aku masih minta uang ke ortu
karena aku nggak bisa dapat kerja karena kekurananku?? Atau aku malah jadi
orang yang sukses dan bisa jadi kebanggaan ortu???
Aku nggak tau....
Aku pasrah...
Yang pasti aku yakin, semua yang terjadi dan semua yang aku dapatkan adalah sesuatu yang sudah di takdirkan dan sesuatu yang terbaik untukku.
Senin, 18 Juli 2016
Berusaha Bersyukur
Hidup itu pilihan.
Memilih untuk bahagia atau menderita, cinta atau benci, menang atau kalah, bersyukur atau mengingkari.
Aku, sebagai orang yang punya banyak 'kekurangan' yang tampak nyata, akan sangat sulit bagiku untuk mensyukuri hal yang ke alami.
Banyak hal yang membuatku sulit untuk bersyukur.
-Aku punya masalah pada tangan kanan, susah di pakai menulis, jadinya tulisan sulit dibaca (sama sekali tidak bisa dibaca).
-Tangan kiriku juga bermasalah. Tangan kiriku sangat lemah. Kalau aku bawa gelas atau botol yang penuh dengan air, pasti airnya tumpah-tumpah.
-Aku juga skoliosis. Punggung miring ke kiri.
-Beberapa bagian tubuhku juga beasar sebelah. Tangan kanan lebih besar daripada tangan kiri, kaki kanan lebih kecil daripada kaki kiri, telapak kaki lebih panjang yang kiri daripada yang kanan (tapi kalau di lihat sekilas nggak kelihatan sih...)
-Kalau aku gugup,takut, tertekan, ngomong di depan banyak orang (presentasi di depan kelas dll), ngomong sama orang yang belum terlalu akrab (orang baru, temen sekelas yang nggak terlalu akrab), ngomong sama orang yang lebih terhormat (guru atau dosen) aku akan gemeteran dan susah dikendalikan.
-Aku juga susah kalu disuruh melakukan hal-hal yang cepat.
-Dibidang akademis juga aku nggak terlalu pintar.
Kalau aku hanya memikirkan kekuranganku, aku tidak akan bisa bersyukur. Kalau aku ingin bersyukur, sebenarnya banyak hal yang bisa aku syukuri.
-Orang tua yang utuh dan sangat sayang sama aku. Mereka tidak peduli kekuranganku. Mereka tidak menganggapku berbeda, tidak mengucilkanku. Sebaliknya mereka selalu menyemangatiku (I LOVE MY PARENTS).
-Punya saudara-saudara yang mengerti keadaanku (Meskipun mereka agak malu dengan adanya diriku).
-Bisa kuliah di luar kota (kotaku Bojonegoro, aku kuliah di Surabaya) dan universitas negeri (UIN Sunan Ampel Surabaya).
-Punya teman-teman yang baik, dan tidak mempermasalahkan keadaanku.
-Punya guru dan dosen yang mengerti keadaanku (dari SD, SMP, SMA uku bisa memaklumi keadaanku).
Kalau mengingat-ingat nikmat Allah yang di kasihkan sama aku, aku bisa mensyukuri.
Sampai sekarang aku berusaha untuk mensyukuri nikmat Allah di berikan padaku.
Aku berusaha untuk mengmbil hikmah dari semua kekuranganku.
-Mungkin kalau aku tidak di ciptakan seperti ini, aku sudah gonta-ganti pacar (sampai umuruku 19 tahun ini aku belum pernah pacaran)
-Mungkin kalau aku tidak di ciptakan seperti ini, aku akan selalu keluyuran.
-Mungkin kalau aku tidak di ciptakan seperti ini, aku akan jadi perempuan yang nakal.
Dan masih banyak hal positif yang bisa aku pikirkan jika aku di ciptakan seperti ini.
Tapi... kalau aku memikirkan hal negatif aku diciptakan seperti ini, akan ada banyak hal.
-Aku tidak bisa mendapat nilai yang baik karena tulisanku susah dibaca.
-Aku belum bisa masak, membawa nampan, kerja karena tanganku yang bermasalah.aknya
-Kayaknya... aku akan susah mendapat jodoh karena keadaanku seperti ini (mana ada orang yang mau sama orang cacat kayak aku).
Tapi... aku percaya, kalu Allah sudah menyiapkan hal terbaik dan terindah untukku di masa depan. Aku hanya harus melakukan hal yang terbaik di masa sekarang dan meyerahkan semua pada Allah.
Seperti lagu 'Semua Akan Indah Pada Waktunya'
Memilih untuk bahagia atau menderita, cinta atau benci, menang atau kalah, bersyukur atau mengingkari.
Aku, sebagai orang yang punya banyak 'kekurangan' yang tampak nyata, akan sangat sulit bagiku untuk mensyukuri hal yang ke alami.
Banyak hal yang membuatku sulit untuk bersyukur.
-Aku punya masalah pada tangan kanan, susah di pakai menulis, jadinya tulisan sulit dibaca (sama sekali tidak bisa dibaca).
-Tangan kiriku juga bermasalah. Tangan kiriku sangat lemah. Kalau aku bawa gelas atau botol yang penuh dengan air, pasti airnya tumpah-tumpah.
-Aku juga skoliosis. Punggung miring ke kiri.
-Beberapa bagian tubuhku juga beasar sebelah. Tangan kanan lebih besar daripada tangan kiri, kaki kanan lebih kecil daripada kaki kiri, telapak kaki lebih panjang yang kiri daripada yang kanan (tapi kalau di lihat sekilas nggak kelihatan sih...)
-Kalau aku gugup,takut, tertekan, ngomong di depan banyak orang (presentasi di depan kelas dll), ngomong sama orang yang belum terlalu akrab (orang baru, temen sekelas yang nggak terlalu akrab), ngomong sama orang yang lebih terhormat (guru atau dosen) aku akan gemeteran dan susah dikendalikan.
-Aku juga susah kalu disuruh melakukan hal-hal yang cepat.
-Dibidang akademis juga aku nggak terlalu pintar.
Kalau aku hanya memikirkan kekuranganku, aku tidak akan bisa bersyukur. Kalau aku ingin bersyukur, sebenarnya banyak hal yang bisa aku syukuri.
-Orang tua yang utuh dan sangat sayang sama aku. Mereka tidak peduli kekuranganku. Mereka tidak menganggapku berbeda, tidak mengucilkanku. Sebaliknya mereka selalu menyemangatiku (I LOVE MY PARENTS).
-Punya saudara-saudara yang mengerti keadaanku (Meskipun mereka agak malu dengan adanya diriku).
-Bisa kuliah di luar kota (kotaku Bojonegoro, aku kuliah di Surabaya) dan universitas negeri (UIN Sunan Ampel Surabaya).
-Punya teman-teman yang baik, dan tidak mempermasalahkan keadaanku.
-Punya guru dan dosen yang mengerti keadaanku (dari SD, SMP, SMA uku bisa memaklumi keadaanku).
Kalau mengingat-ingat nikmat Allah yang di kasihkan sama aku, aku bisa mensyukuri.
Sampai sekarang aku berusaha untuk mensyukuri nikmat Allah di berikan padaku.
Aku berusaha untuk mengmbil hikmah dari semua kekuranganku.
-Mungkin kalau aku tidak di ciptakan seperti ini, aku sudah gonta-ganti pacar (sampai umuruku 19 tahun ini aku belum pernah pacaran)
-Mungkin kalau aku tidak di ciptakan seperti ini, aku akan selalu keluyuran.
-Mungkin kalau aku tidak di ciptakan seperti ini, aku akan jadi perempuan yang nakal.
Dan masih banyak hal positif yang bisa aku pikirkan jika aku di ciptakan seperti ini.
Tapi... kalau aku memikirkan hal negatif aku diciptakan seperti ini, akan ada banyak hal.
-Aku tidak bisa mendapat nilai yang baik karena tulisanku susah dibaca.
-Aku belum bisa masak, membawa nampan, kerja karena tanganku yang bermasalah.aknya
-Kayaknya... aku akan susah mendapat jodoh karena keadaanku seperti ini (mana ada orang yang mau sama orang cacat kayak aku).
Tapi... aku percaya, kalu Allah sudah menyiapkan hal terbaik dan terindah untukku di masa depan. Aku hanya harus melakukan hal yang terbaik di masa sekarang dan meyerahkan semua pada Allah.
Seperti lagu 'Semua Akan Indah Pada Waktunya'
C.I.N.T.A
Cinta...
Apa itu cinta??
Aku ngggak ngerti apa itu cinta...
Gimana rasanya jatuh cinta??
Aku belum pernah pacaran, jadi aku nggak tau bimana rasanya jatuh cinta
Apa rasa cinta, sayang dan suka itu sama???
Kalo nggak, apa bedanya antara cinta, sayang, sama suka??
Kalo kata orang yang lagi kasmaran, cinta itu indah...
Kalo kata orang yang lagi suka sama orang menurut orang lain nggak pantes, cinta itu buta...
Sebenernya apa sih cinta itu???
Kapan aku bisa ngerti apa itu cinta??
Mungkin aku masih terlalu kecil uuntuk tau apa itu cinta (walaupun umurku udah hampir 19 tahun)
Aku nggak ngerti apa itu cinta, apalagi cinta sejati
Apalagi itu??
Yang aku tau tentang cinta sejati itu orang tuaku...
Karena merreka ngggak pernah pacaran, langsung nikah
Setelah satu minggu mereka kenalan langsung nikah
Bagiku itu kereen...
Apa itu cinta??
Aku ngggak ngerti apa itu cinta...
Gimana rasanya jatuh cinta??
Aku belum pernah pacaran, jadi aku nggak tau bimana rasanya jatuh cinta
Apa rasa cinta, sayang dan suka itu sama???
Kalo nggak, apa bedanya antara cinta, sayang, sama suka??
Kalo kata orang yang lagi kasmaran, cinta itu indah...
Kalo kata orang yang lagi suka sama orang menurut orang lain nggak pantes, cinta itu buta...
Sebenernya apa sih cinta itu???
Kapan aku bisa ngerti apa itu cinta??
Mungkin aku masih terlalu kecil uuntuk tau apa itu cinta (walaupun umurku udah hampir 19 tahun)
Aku nggak ngerti apa itu cinta, apalagi cinta sejati
Apalagi itu??
Yang aku tau tentang cinta sejati itu orang tuaku...
Karena merreka ngggak pernah pacaran, langsung nikah
Setelah satu minggu mereka kenalan langsung nikah
Bagiku itu kereen...
Cerita Hidupku
Sejak SD, aku sudah terbiasa menjadi orang “terkenal”.
Karena hanya aku yang aneh. Jika orang melihatku dengan tatapan yang aneh,
kekuranganku akan lebih ketara. Karena aku merasa gugup. Dokter syaraf
mengatakan bahwa nama penyakitku ini adalah extra
piramidal. Mungkin terdengar asing, karena hanya segelintir orang di dunia
ini yang mengidapnya.
Extra piramidal adalah
suatu penyakit yang penderitanya memilki kelebihan gerakan yang sulit
dikendalikan. Seperti orang lanjut usia yang tidak bisa mengontrol gerakannya
(dalam bahasa jawa=buyuten). Jika aku takut atau gugup, aku akan seperti itu.
Aku tidak bisa mengontrol gerakan itu. Seluruh badan gemetar tidak normal,
apalagi bagian leher, seperti tidak memiliki tulang, sangat lemah.
Aku gugup saat berbicara di depan orang
banyak, berbicara dengan orang yang baru aku kenal, dan jika aku berbicara pada
orang yang lebih tua (seperti guru, dosen). Bukan itu saja kekuranganku. Dari
kelas satu SD, tangan kananku sudah bermasalah. Secara fisik memang terlihat
normal. Tapi jika aku sudah menulis, tulisanku sama sekali tidak bisa dibaca.
Aku juga mengidap skoliosis. Tulang punggunggku miring ke kanan.
Sudah banyak dokter yang ku datangi agar
bisa menyembuhkan penyakitku. Tapi hasilnya nol besar. Tidak menyerah pada
kedokteran, orang tua mencoba pengobatan alternatif untuk menyembuhkanku selain
juga berdo’a kepada Allah. Puluhan pengobatan altenatif telah aku coba. Mulai sengat
listrik, sengat lebah, akupuntur, pengobatan islami sampai pasang susuk telah
aku jalani agar aku bisa menjadi seperti orang normal pada umumnya. Tapi semua
itu nihil. Sampai sekarang, aku tetap seperti ini.
Aku menjadi tidak suka
bersosialisasi dengan orang lain. aku lebih suka menyendiri. Karena aku minder.
Aku menjadi orang yang tertutup karena penyakitku. Aku selalu menangis jika aku
meratapi nasibku. Aku merasa kalau aku sudah tidak ada gunannya lagi hidup. Aku
ingin mati.
Sering aku menyalahkan orang lain, bahkan
aku pernah menyalahkan Tuhan karena penyakitku ini. Sering aku bertanya, kenapa
harus aku yang seperti ini? Kenapa harus aku yang punya penyakit aneh seperti
ini? Kenapa tidak orang lain? kenapa harus aku? Apa Tuhan tidak sayang kepadaku?
Kenapa Tuhan tidak adil kepadaku? Apa dosaku sehingga aku punya penyakit aneh
ini?
Aku beranggapan, aku sudah terlalu banyak
menyusahkan orang lain. aku membuat malu keluargaku dengan penyakitku.Aku
selalu menyusahkan orang-orang disekitarku, terutama orang tuaku. Mereka
melakukan segalanya agar aku bisa sembuh. Mereka juga yang mencarikanku
sekolah. Di setiap sekolah yang pernah aku tinggali untuk menuntut ilmu, orang
tuaku harus bicara kepada pihak sekolah tentang keadaanku dan meyakinkan pihak
sekolah agar mau menerimaku sebagai muridnya.
Alhamdulillah, aku bisa masuk ke sekolah
yang aku daftar. Tapi, semenjak aku kuliah, aku berusaha untuk bicara sendiri
kepada setiap dosen tentang kekuranganku. Sebenarnya orang tuaku tidak setuju
aku kuliah di luar kota. Tapi aku merayu orang tuaku agar aku di perbolehkan
kuliah di luar kota. Orang tuaku tidak tega membiarkan aku hidup sendiri dengan
keadaanku seperti ini, tapi aku berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuaku
bahwa aku bisa hidup mandiri jauh dari orang tua.
Saat pendaftaran perguruan tinggi, aku
memilih jalur undangan (menggunakan rapor SMA), karena jika tes tulis aku akan
sangat kesulitan. Alhamdulillah aku diterima di salah satu perguruan tinggi
negri di Surabaya jurusan Bimbingan Konseling. Banyak yang heran, tidak
percaya, meragukan saat aku di terima di jurusan Bimbingan Konseling. Karena
Bimbingan Konseling akan banyak berbicara pada orang. Sedangkan penyakitku
membuatku “anti” berbicara pada orang.
Saat, aku menjadi mahasiswa. Aku jauh dari
orang tua. Harus lebih mandiri, cari makan sendiri, tinggal sendiri. Saat aku
jauh dari orang tua, aku sering ingat ddosa-dosaku di masa lalu pada orang
tuaku. Aku sering menangis karena dulu sampai sekarang aku selalu merepotkan
kedua orang tuaku. Dan aku tidak yakin, dim masa depan aku bisa membuat orang
tuaku bangga. Aku merasa bersalah.
Saat kuliah, aku harus bicara pada setiap
dosen yang mengajarku tentang kondisiku. Saat UTS dan UAS, teman-temanku
mengerjakan ujian dengan tulis tangan. Tapi aku, sebelum UTS dan UAS
berlangsung, aku harus bicara pada dosen tentang keadaanku dan meminta izin
kepada dosen agar aku diperbolehkan mengerjakan UTS dan UAS menggunakan laptop.
Alhamdulillah, setiap dosen memaklumi dan memperbolehkan aku melaksanakan UTS
dan UAS menggunakan laptop.
Sekarang sudah selesai semester 2, aku
nggak tau gimana semester-semester selanjutnya.
Keadilan Tuhan
ADIL. Apa sih adil itu?
Ada yang bilang adil itu membagi hal sama rata. Ada juga yang
bilang adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Manusia di dunia ini ada yang menganggap hidupnya itu adil,
karena hidupnya seimbang, hidupnya nggak ada yang kurang, serba tercukupi. Bagi
sebagian orang, hidup itu nggak adil. Karena mereka merasa hidupnya penuh
dengan kekurangan.
Orang yang kaya, sehat, punya keluarga yang utuh, hidupnya enak,
nggak kekurangaan mereka akan dengan gampang ngomong kalau hidup itu adil,
tuhan itu adil.
Tapi, gimana dengan orang miskin, sakit-sakitan, cacat, serba
kekurangan, mereka pasti susah untuk ngomong hidup ini adil, tuhan itu adil.
Seperti aku. Aku sering menganggap hidup ini nggak adil untukku,
tuhan nggak adil, tuhan nggak ada untukku. Kalau boleh minta, aku juga nggak
mau di ciptakan cacat dan aneh. Aku juga pengen seperti anak lain yang nggak
perlu takut nggak dapat temen saat pindah ke sekolah baru. Aku juga pengen
gampang sosialisasi sama orang, tapi itu bukan pekara gampang. Aku juga pengen
punya tulisan yang bagus, nggak menyusahkan guruku saat menilai ujian2ku. Aku
juga pengen nggak terlihat aneh, gugup dan gemeterean nggak jelas waktu ngomong
sama orang baru dan ngomong di depan orang banyak.
Sering aku tanya sama tuhan, kenapa aku di ciptakan kayak gini?
Kenapa aku yang di ciptakan kayak gini? Kenapa nggak orang lain. Sedangkan
nggak ada satupun di keluarga besarku yang cacat.
Aku selalu menderita saat ada acara keluarga, Idul Fitri,
pernikahan sepupu, karena aku harus kumpul sama sepupu, saudara, pakde, bude.
Aku juga pengen berbaur sama mereka. Tapi, aku malu dan minder. Karena diantara
sekian banyak orang, Cuma aku yang aneh, Cuma aku yang berbeda, dan Cuma aku
yang cacat.
Banyak orang yang ngasih aku semangat termasuk ortuku biar aku
nggak minder, biar aku berani sama orang, biar aku PD. Aku juga pengen kayak
gitu, tapi nggak gampang. Mereka juga bilang kalau aku terus terus bersyukur
atas apa yang aku punya. Bersyukur kalau aku orang cacat dan aneh? Mereka enak
tinggal ngomong kayak gitu. Karena mereka nggak pernah ngerasin apa yang aku
rasain.
Kata orang, semua orang punya kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Kekuranganku terlihat sangat jelas. Aku selalu grogi, gemetaran
nggak jelas kalau ngomong didepan banyak orang dan orang baru, tulisanku jelek,
pinter nggak seberapa, dari keluarga yang nggak sebegitu kaya. Kelebihanku....
sampai sekarang umurku udah 18 tahun, aku masih nggak tahu kelebihanku apa?
Kalau orang nggak punya tangan, bisa ngelukis dengan kakinya.
Kalau orang tuli, bisa jadi model profesional. Kalau orang nggak punya kaki,
bisa dapat bea siswa di luar negri. Kalau orang yang nggak punya tangan dan
kaki, bisa jadi motivator, dan lain-lain. Lha aku apa? Apa kelebihanku???
Apa masih bisa aku ngomong kalau hidupku adil? Apa masih bisa
aku bilang kalau tuhan itu adil? Apa masih bisa aku bersyukur?
Kalau aku ngomong tuhan itu nggak adil di depan orang, di depan
ortuku pasti aku di suruh istighfar. Coba kalau mereka yang ada di posisiku,
apa masih bisa mereka bersyukur? Apa masih bisa mereka kalau tuhan itu adil?
Pengalaman
Kemaren aku ikut acra kampus “Pengabdian Masyarakat” di Lamongan
kecamatan Karangbinangun Desa Gawerejo. Disana nggak ada sinyal. Rencana awal
aku mau ikut full 2 minggu, tapi godaan teman aku jadi ikut seminggu.
Setelah sampai di lokasi yang sangat terpencil, kayaknyaaku
nggak bisa pulang setelah seminggu. Setelah 3 hari disana belum ada kegiatan.
Hari selasa mulai mengajar di salah satu MI-SMP disana. Aku
mengajar kelas 4 SD dengan temanku. Saat mengajar di kelas tidak ada masalah
karena hanya ada 5 orang anak.
Setelah sholat Ashar, anak-anak tidak ada kegiatan.
Teman-temanku berinisiatif untuk membuat konseling kelompok di mushola sekolah.
Anak-anak dari SD sampai SMP di kumpumpulkan di musholla. Saat
dikumpulkan, mereka melihatku engan tatapan yang aneh. Mereka menertawaiku dan
menirukan gerakan kepalaku.
Aku pulang sebelum acara selesai.aku menangis ke base camp. Dan
akhirnya aku pulang kerumah keesokan harinya.
Aku tidak mau merepotkan teman yang lain. aku tidak bisa
mengajar lagi. Aku takut...
Dari pada aku tetap disana tidak berbuat apa-apa, tidak
mengajar, maka aku pulang.
Langganan:
Komentar (Atom)