ADIL. Apa sih adil itu?
Ada yang bilang adil itu membagi hal sama rata. Ada juga yang
bilang adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Manusia di dunia ini ada yang menganggap hidupnya itu adil,
karena hidupnya seimbang, hidupnya nggak ada yang kurang, serba tercukupi. Bagi
sebagian orang, hidup itu nggak adil. Karena mereka merasa hidupnya penuh
dengan kekurangan.
Orang yang kaya, sehat, punya keluarga yang utuh, hidupnya enak,
nggak kekurangaan mereka akan dengan gampang ngomong kalau hidup itu adil,
tuhan itu adil.
Tapi, gimana dengan orang miskin, sakit-sakitan, cacat, serba
kekurangan, mereka pasti susah untuk ngomong hidup ini adil, tuhan itu adil.
Seperti aku. Aku sering menganggap hidup ini nggak adil untukku,
tuhan nggak adil, tuhan nggak ada untukku. Kalau boleh minta, aku juga nggak
mau di ciptakan cacat dan aneh. Aku juga pengen seperti anak lain yang nggak
perlu takut nggak dapat temen saat pindah ke sekolah baru. Aku juga pengen
gampang sosialisasi sama orang, tapi itu bukan pekara gampang. Aku juga pengen
punya tulisan yang bagus, nggak menyusahkan guruku saat menilai ujian2ku. Aku
juga pengen nggak terlihat aneh, gugup dan gemeterean nggak jelas waktu ngomong
sama orang baru dan ngomong di depan orang banyak.
Sering aku tanya sama tuhan, kenapa aku di ciptakan kayak gini?
Kenapa aku yang di ciptakan kayak gini? Kenapa nggak orang lain. Sedangkan
nggak ada satupun di keluarga besarku yang cacat.
Aku selalu menderita saat ada acara keluarga, Idul Fitri,
pernikahan sepupu, karena aku harus kumpul sama sepupu, saudara, pakde, bude.
Aku juga pengen berbaur sama mereka. Tapi, aku malu dan minder. Karena diantara
sekian banyak orang, Cuma aku yang aneh, Cuma aku yang berbeda, dan Cuma aku
yang cacat.
Banyak orang yang ngasih aku semangat termasuk ortuku biar aku
nggak minder, biar aku berani sama orang, biar aku PD. Aku juga pengen kayak
gitu, tapi nggak gampang. Mereka juga bilang kalau aku terus terus bersyukur
atas apa yang aku punya. Bersyukur kalau aku orang cacat dan aneh? Mereka enak
tinggal ngomong kayak gitu. Karena mereka nggak pernah ngerasin apa yang aku
rasain.
Kata orang, semua orang punya kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Kekuranganku terlihat sangat jelas. Aku selalu grogi, gemetaran
nggak jelas kalau ngomong didepan banyak orang dan orang baru, tulisanku jelek,
pinter nggak seberapa, dari keluarga yang nggak sebegitu kaya. Kelebihanku....
sampai sekarang umurku udah 18 tahun, aku masih nggak tahu kelebihanku apa?
Kalau orang nggak punya tangan, bisa ngelukis dengan kakinya.
Kalau orang tuli, bisa jadi model profesional. Kalau orang nggak punya kaki,
bisa dapat bea siswa di luar negri. Kalau orang yang nggak punya tangan dan
kaki, bisa jadi motivator, dan lain-lain. Lha aku apa? Apa kelebihanku???
Apa masih bisa aku ngomong kalau hidupku adil? Apa masih bisa
aku bilang kalau tuhan itu adil? Apa masih bisa aku bersyukur?
Kalau aku ngomong tuhan itu nggak adil di depan orang, di depan
ortuku pasti aku di suruh istighfar. Coba kalau mereka yang ada di posisiku,
apa masih bisa mereka bersyukur? Apa masih bisa mereka kalau tuhan itu adil?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar