Senin, 18 Juli 2016

Keadilan Tuhan

ADIL. Apa sih adil itu?
Ada yang bilang adil itu membagi hal sama rata. Ada juga yang bilang adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Manusia di dunia ini ada yang menganggap hidupnya itu adil, karena hidupnya seimbang, hidupnya nggak ada yang kurang, serba tercukupi. Bagi sebagian orang, hidup itu nggak adil. Karena mereka merasa hidupnya penuh dengan kekurangan.
Orang yang kaya, sehat, punya keluarga yang utuh, hidupnya enak, nggak kekurangaan mereka akan dengan gampang ngomong kalau hidup itu adil, tuhan itu adil.
Tapi, gimana dengan orang miskin, sakit-sakitan, cacat, serba kekurangan, mereka pasti susah untuk ngomong hidup ini adil, tuhan itu adil.
Seperti aku. Aku sering menganggap hidup ini nggak adil untukku, tuhan nggak adil, tuhan nggak ada untukku. Kalau boleh minta, aku juga nggak mau di ciptakan cacat dan aneh. Aku juga pengen seperti anak lain yang nggak perlu takut nggak dapat temen saat pindah ke sekolah baru. Aku juga pengen gampang sosialisasi sama orang, tapi itu bukan pekara gampang. Aku juga pengen punya tulisan yang bagus, nggak menyusahkan guruku saat menilai ujian2ku. Aku juga pengen nggak terlihat aneh, gugup dan gemeterean nggak jelas waktu ngomong sama orang baru dan ngomong di depan orang banyak.
Sering aku tanya sama tuhan, kenapa aku di ciptakan kayak gini? Kenapa aku yang di ciptakan kayak gini? Kenapa nggak orang lain. Sedangkan nggak ada satupun di keluarga besarku yang cacat.
Aku selalu menderita saat ada acara keluarga, Idul Fitri, pernikahan sepupu, karena aku harus kumpul sama sepupu, saudara, pakde, bude. Aku juga pengen berbaur sama mereka. Tapi, aku malu dan minder. Karena diantara sekian banyak orang, Cuma aku yang aneh, Cuma aku yang berbeda, dan Cuma aku yang cacat.
Banyak orang yang ngasih aku semangat termasuk ortuku biar aku nggak minder, biar aku berani sama orang, biar aku PD. Aku juga pengen kayak gitu, tapi nggak gampang. Mereka juga bilang kalau aku terus terus bersyukur atas apa yang aku punya. Bersyukur kalau aku orang cacat dan aneh? Mereka enak tinggal ngomong kayak gitu. Karena mereka nggak pernah ngerasin apa yang aku rasain.
Kata orang, semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kekuranganku terlihat sangat jelas. Aku selalu grogi, gemetaran nggak jelas kalau ngomong didepan banyak orang dan orang baru, tulisanku jelek, pinter nggak seberapa, dari keluarga yang nggak sebegitu kaya. Kelebihanku.... sampai sekarang umurku udah 18 tahun, aku masih nggak tahu kelebihanku apa?
Kalau orang nggak punya tangan, bisa ngelukis dengan kakinya. Kalau orang tuli, bisa jadi model profesional. Kalau orang nggak punya kaki, bisa dapat bea siswa di luar negri. Kalau orang yang nggak punya tangan dan kaki, bisa jadi motivator, dan lain-lain. Lha aku apa? Apa kelebihanku???
Apa masih bisa aku ngomong kalau hidupku adil? Apa masih bisa aku bilang kalau tuhan itu adil? Apa masih bisa aku bersyukur?


Kalau aku ngomong tuhan itu nggak adil di depan orang, di depan ortuku pasti aku di suruh istighfar. Coba kalau mereka yang ada di posisiku, apa masih bisa mereka bersyukur? Apa masih bisa mereka kalau tuhan itu adil?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar