Sabtu, 16 Juli 2016

Penderita Extrapyramidal sindrom

Sistem ekstrapiramidal merupakan jaringan saraf yang terdapat pada otak bagian sistem motorik yang mempengaruhi koordinasi dari gerakan. Letak dari sistem ekstrapiramidal adalah terutama di formatio reticularis dari pons dan medulla dan di target saraf di medula spinalis yang mengatur refleks, gerakan-gerakan yang kompleks, dan kontrol postur tubuh.
Istilah gejala ekstrapiramidal (EPS) mengacu pada suatu kelompok atau reaksi yang ditimbulkan oleh penggunaan jangka pendek atau panjang dari medikasi antipsikotik.Istilah ini mungkin dibuat karena banyak gejala bermanifestasikan sebagai gerakan otot skelet, spasme atau rigitas, tetapi gejala-gejala itu diluar kendali traktus kortikospinal (piramidal). Namun, nama ini agak menyesatkan karena beberapa gejala (contohnya akatisia) kemungkinan sama sekali tidak merupakan masalah motorik. Beberapa gejala ekstrapiramidal dapat ditemukan bersamaan pada seorang pasien dan saling menutupi satu dengan yang lainnya. Gejala Ektrapiramidal merupakan efek samping yang sering terjadi pada pemberian obat antipsikotik. Antipsikotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati kelainan psikotik seperti skizofrenia dan gangguan skizoafektif.
 Seperti penderita penyakit lainnya, saya sebagai penderita extrapyramidal sindrom sangat menderita dengan keadaan yang saya alami. Extrapyramidal sindrom tidak menyebabkan kesakitan secara fisik, tapi secara batin atau mental. Karena extrapyramidal yang saya derita muncul saat saya gugup, takut, tertekan, bicara didepan orang banyak, dan berbicara dengan orang yang baru saya kenal. itu akan menimbulkan keanehan tersendiri pada orang yang melihat saya.
Karena keadaan ini saya sering merasa kecil hati, minder, tidak percaya diri. Saya lebih sering menyendiri dirumah dari pada keluar jalan-jalan. Karena saat penyakit ini keluar, semua pandangan akan tertuju pada saya. 
Saya mendapat penyakit ini saat kelas 4 SD. Saat itu saya demam tinggi disertai muntah. Orang tua saya membawa saya ke dokter. Dokter memberi saya obat aanti mual. Setelah saya minum obat tersebut sampai saya tidak lagi muntah, saya malah mendapat penyakit ini. Sampai sekarang, sudah hampir 10 tahun saya mendeerita penyakit ini. Orang tuan saya sudah mengobatkan saya ke berbagai dokter syaraf. Tidak puas dengan pengobatan medis, saya mencoba pengobatan alternatif. Dari yang biasa samapi yang extreme. Seperti pijat, akupuntur, pengobatan listrik, sengat lebah, dan masih banyak lagi. Tapi tak ada yang berhasil.
Saya merasa putus asa karena penyakit saya. Tapi orang tua saya selalu memberi semangat kepada saya. Karena penyakit ini, saya sulit mendapat teman. Saya lebih sering sendiri daripada berkumpul dengan orang teman-teman. Mungkin mrereka merasa "jijik" untuk menjadi teman orang cacat seperti saya. Saya sendiri juga malu, minder  karena keadaan saya. Saya lebih baik sendiri.

Belakangan ini saya bergabung dalam grup di facebook, yang bernama "Komunitas Difabel Bangkit". Di grup ini, saya merasa bertemu dengan keluarga baru. Karena hampir semua anggota alam grup ini merasakan apa yng saya rasakan. Saya bisa curhat kepada mereka, bertukar piikiran, saling menasehati satu sama lain. Walaupun sya belum pernah bertemu dengan mereka, tapi mereka adalah keluarga kedua saya.

Karena grup itu, aku berusaha mencari perkumpulan orang difabel di Surabaya. Aku berkenalan dengan mbak Windy. Aku sangat kagum padannya karena dengan keadaannya, dia tetap semangat, ceria, tidak minder. Aku sekarang bergabung di POSSIBEL (Positif In Diffabel). Aku seperti punya semangat baru. Karena tidak hanya aku yang berbeda, tapi masih banyak teman-teman yang lebih parah dariku, tapi mereka pantang menyerah. 

                                                       Mbak Windy (yang di kursi roda)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar