Sistem
ekstrapiramidal merupakan jaringan saraf yang terdapat pada otak bagian
sistem motorik yang mempengaruhi koordinasi dari gerakan. Letak
dari sistem ekstrapiramidal adalah terutama di formatio reticularis dari
pons dan medulla dan di target saraf di medula spinalis yang
mengatur refleks, gerakan-gerakan yang kompleks, dan kontrol postur tubuh.
Istilah gejala ekstrapiramidal
(EPS) mengacu pada suatu kelompok atau reaksi yang ditimbulkan oleh penggunaan
jangka pendek atau panjang dari medikasi antipsikotik.Istilah
ini mungkin dibuat karena banyak gejala bermanifestasikan
sebagai gerakan otot skelet, spasme atau rigitas, tetapi gejala-gejala itu
diluar kendali traktus kortikospinal (piramidal). Namun, nama ini agak
menyesatkan karena beberapa gejala (contohnya akatisia) kemungkinan sama sekali
tidak merupakan masalah motorik. Beberapa gejala ekstrapiramidal dapat
ditemukan bersamaan pada seorang pasien dan saling menutupi satu dengan yang
lainnya. Gejala Ektrapiramidal merupakan efek samping yang sering terjadi pada
pemberian obat antipsikotik. Antipsikotik adalah obat yang digunakan untuk
mengobati kelainan psikotik seperti skizofrenia dan gangguan skizoafektif.
Seperti penderita penyakit lainnya,
saya sebagai penderita extrapyramidal sindrom sangat menderita dengan keadaan
yang saya alami. Extrapyramidal sindrom tidak menyebabkan kesakitan secara
fisik, tapi secara batin atau mental. Karena extrapyramidal yang saya derita
muncul saat saya gugup, takut, tertekan, bicara didepan orang banyak, dan
berbicara dengan orang yang baru saya kenal. itu akan menimbulkan keanehan
tersendiri pada orang yang melihat saya.
Karena keadaan ini
saya sering merasa kecil hati, minder, tidak percaya diri. Saya lebih sering
menyendiri dirumah dari pada keluar jalan-jalan. Karena saat penyakit ini
keluar, semua pandangan akan tertuju pada saya.
Saya mendapat
penyakit ini saat kelas 4 SD. Saat itu saya demam tinggi disertai muntah. Orang
tua saya membawa saya ke dokter. Dokter memberi saya obat aanti mual. Setelah
saya minum obat tersebut sampai saya tidak lagi muntah, saya malah mendapat
penyakit ini. Sampai sekarang, sudah hampir 10 tahun saya mendeerita penyakit
ini. Orang tuan saya sudah mengobatkan saya ke berbagai dokter syaraf. Tidak
puas dengan pengobatan medis, saya mencoba pengobatan alternatif. Dari yang
biasa samapi yang extreme. Seperti pijat, akupuntur, pengobatan listrik, sengat
lebah, dan masih banyak lagi. Tapi tak ada yang berhasil.
Saya merasa putus
asa karena penyakit saya. Tapi orang tua saya selalu memberi semangat kepada
saya. Karena penyakit ini, saya sulit mendapat teman. Saya lebih sering sendiri
daripada berkumpul dengan orang teman-teman. Mungkin mrereka merasa
"jijik" untuk menjadi teman orang cacat seperti saya. Saya sendiri
juga malu, minder karena keadaan saya. Saya
lebih baik sendiri.
Belakangan ini saya bergabung dalam grup di facebook, yang bernama
"Komunitas Difabel Bangkit". Di grup ini, saya merasa bertemu dengan
keluarga baru. Karena hampir semua anggota alam grup ini merasakan apa yng saya
rasakan. Saya bisa curhat kepada mereka, bertukar piikiran, saling menasehati
satu sama lain. Walaupun sya belum pernah bertemu dengan mereka, tapi mereka
adalah keluarga kedua saya.
Karena grup itu, aku berusaha mencari perkumpulan orang difabel di Surabaya. Aku berkenalan dengan mbak Windy. Aku sangat kagum padannya karena dengan keadaannya, dia tetap semangat, ceria, tidak minder. Aku sekarang bergabung di POSSIBEL (Positif In Diffabel). Aku seperti punya semangat baru. Karena tidak hanya aku yang berbeda, tapi masih banyak teman-teman yang lebih parah dariku, tapi mereka pantang menyerah.
Mbak Windy (yang di kursi roda)
Karena grup itu, aku berusaha mencari perkumpulan orang difabel di Surabaya. Aku berkenalan dengan mbak Windy. Aku sangat kagum padannya karena dengan keadaannya, dia tetap semangat, ceria, tidak minder. Aku sekarang bergabung di POSSIBEL (Positif In Diffabel). Aku seperti punya semangat baru. Karena tidak hanya aku yang berbeda, tapi masih banyak teman-teman yang lebih parah dariku, tapi mereka pantang menyerah.
Mbak Windy (yang di kursi roda)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar